MEMAHAMI PERBEDAAN DAN PENYIMPANGAN
KUPAS TUNTAS AHMADIAH
Oleh : Khaerul Yunus
E.Mail khaerulyunus@yahoo.co.id
A : PENDAHULUAN
Fungsi Al Quran
Q.S.Albaqoroh 2:185
1. mengenai petunjuk-petunjuk) tersebu Hudan (petunjuk) bagi manusia.
2. Bayyinaatin minal hudaa (penjelasan ).
3. Alfurqan ( pembeda antara yang haq dan yang bathil )
B : THE LOST GENERATION
Saat ini tahun 1432 Hijriyyah yang berarti Rasulullah SAW telah wafat selama
1.432 – 10 tahun hidup di Madinah = telah 1.422 tahun beliau berpulang ke Rahmatullah.
Perjalanan waktu yang sangat panjang sepeninggal Rasulullah SAW “ bisa dan akan terjadi penyimpangan”, seperti tak sedikit anak tokoh Islam yang dahulu ayahnya menentang Ahmadiyah, namun , kini anaknya mati-matian membela Ahmadiyah dan aliran sesat lainnya.
QS.ALHADID 57 : 16
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.
C: ANTARA PERBEDAAN dan PENYIMPANGAN
PERBEDAAN
Dalam Ibadah
Ranah khilafiyah atau masalah ikhtilaf
seperti antara lain :
Baca dan tidak baca Ushalli memulai sholat
masalah Qunut Subuh,
jumlah raka’at Taraweh antara yang 11 dengan yang 23 raka’at.
PENYIMPANGAN DARI AJARAN ISLAM
1. Lia Eden dengan Salamullah-nya,
2. Ahmadiyah Lahore atau Qodiyani
3. Alqiyadah Al-Islamiyah atau Alqiyadah Islamiyah.
4. Solihin Ki Weteng Buwono yang ngaku Nabi bahkan Tuhan.
• AQIDAH ( KEYAKINAN , KEIMANAN ATAU TAUHID ) SYARAT DITERIMA AMAL SESEORANG
Q.S.Alashr 103 : 1 – 3 .
1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar benar dalam kerugian,
3. Kecuali orang – orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
D : KESESATAN TANPA ILMU PENGETAHUAN
Q.S.Al-Isra 17:36
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya
AHMADIYAH DENGAN NABI PALSUNYA MIRZA GHULAM AHMAD
Mirza Ghulam Ahmad lahir di Qodian India tahun 1835 meninggal tahun 1908. Pusat kedudukan Ahmadiyah di London saat ini dipimpin oleh Khalifah yang ke V (kelima) yaitu Hadhrat Mirza Masroor Ahmad. Di Indonesia Ahmadiyah pecah menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu :
1. AHMADIYAH LAHORE atau GAI (Gerakan Ahmadiyah Indonesia) ,
Kantor Pusat
di Jogyakarta.
2. AHMADIYAH QODIYANI atau JAI (Jema’at Ahmadiyah Indonesia) di Kampus ALMUBAROK, Desa Pondok Udik Jln.Raya Parung Bogor, sekarang di Jalan Balik Papan Jakarta.
• PENGGALAN Q.S.AL-AN’AM 6 : 93
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: “Telah diwahyukan kepada saya”, padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata: “Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah.”
I : KEBOHONGAN AHMADIYAH
Syahadat kami adalah syahadat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW yang berbunyi: “Asyhadu anlaa-ilaaha illallahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.
Kaum Ahmadiyah mengklaim bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah juga Muhammad dan Rasul Allah. Simaklah buku Memperbaiki Kesalahan (Eik Ghalthi Ka Izalah), karya Mirza Ghulam Ahmad, yang dialih bahasakan oleh H.S. Yahya Ponto, (terbitan Jamaah Ahmadiyah Cabang Bandung, tahun 1993).
Di situ tertulis penjelasan terhadap ayat al-Quran Surat Ashshof 61 : 6 berikut ini:
QS.ASHSHOF 61:6
Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan Kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata:
“Ini adalah sihir yang nyata.”
Lebih jauh lagi, dikatakan dalam buku ini :
“ Dan 20 tahun yang lalu, sebagai tersebut dalam kitab Barahin Ahmadiyah Allah Taala sudah memberikan nama Muhammad dan Ahmad kepadaku, dan menyatakan aku wujud beliau juga.” (halaman 16-17).
“….. Dalam hal ini wujudku tidak ada, yang ada hanyalah Muhammad Musthafa SAW, dan itulah sebabnya aku dinamakan Muhammad dan Ahmad.” (halaman 25).
II : AWAL PENYIMPANGAN AHMADIYAH DAN KETIDAK SAMAAN DENGAN FAHAM MAYORITAS UMAT ISLAM DIDUNIA
Ahmadiyah memiliki Alquran yang sama dengan yang dimiliki mayoritas Umat Islam dalam penulisan Alquran Bahasa Arabnya, bernama ALQURAN DENGAN TERJEMAHAN DAN TAFSIR SINGKAT tebal 2.227 halaman.
Namun tarjamah dan tafsirnya sangat jauh berbeda dengan Tarjamah dan Tafsir milik Umat Islam, seperti Tarjamah Alquran Departemen Agama.
Mereka memiliki sifat Qowululhaqqi uriidu bihaa albaathilu = Kata-kata yang disampaikannya “ adalah haq , benar” , namun dengan maksud dan tujuan untuk melakukan kebatilan “ baca kesesatan “.
Diantaranya dalam menterjemahkan dan mentafsirkan Q.S.Albaqarah 2: 4 dalam tarjamah & tafsir Departemen Agama halaman 9 arti dan tafsirnya adalah :
4. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat [18].
[18] Yakin ialah kepercayaan yang kuat dengan tidak dicampuri keraguan sedikitpun. akhirat lawan dunia. kehidupan akhirat ialah kehidupan sesudah dunia berakhir, yakin akan adanya kehidupan akhirat ialah benar-benar percaya akan adanya kehidupan sesudah dunia berakhir.
Berbeda dengan tarjamah & tafsir Ahmadiyah Edisi Kedua cetakan tahun 1987, pada halaman 23 – 24 diartikan sebagai berikut :
5. Dan yang beriman kepada apa yang telah diturunkan kepada engkau dan kepada apa yang telah diturunkan sebelum engkau dan kepada hal-hal yang akan datang (25) pun mereka yakin.
(25). Alakhirah (akhirat) berarti :
(a). tempat tinggal ukhrawi, ialah, kehidupan dihari kemudian,
(b). alaakhirah dapat juga berarti wahyu yang akan datang.
Arti kedua kata itu lebih lanjut diuraikan dalam 62:3,4 disana Alquran menyebut dua kebangkitan Rasulullah SAW kedatangan beliau untuk pertama kali terjadi ditengah orang-orang Arab dalam abad ketujuh Masehi, ketika Alquran diwahyukan kepada beliau, dan yang kedua terjadi diakhir zaman dalam wujud seorang dari antara para pengikut beliau.
Nubuwatan ini menjadi sempurna dalam wujud Hadrat Ahmad a.s , Masih Ma’uud dan pendiri Jema’at Ahmadiyah.
• KESIMPULAN
AHMADIYAH MENGANGGAP ADA WAHYU YANG TURUN SETELAH AL-QURAN YAITU KITAB TADZKIRAH DAN ADA LAGI NABI SETELAH NABI MUHAMMAD SAW
YAITU MIRZA GHULAM AHMAD.
Sekalipun Juru bicara Ahmadiyah Bogor Dr.Sukmana Soma di Radar Bogor 5 Agustus 2005 menolak Tdzkirah sebagai Kitab Suci : Tadzkirah itu hanya mimpi-mimpi yang dicatat . Mimpi seseorang yang dicatat dengan baik. Jayabaya punya mimpi dan dicatat enggak ada yang protes. Saya sendiri sebagai jema’at Ahmadiyah tidak memiliki Tadzkirah itu “.
Pengakuan Sukmana Soma terbantahkan lewat statement H.Sayuti Aziz Ahmad Kepala Da’wah Jema’at Ahmadiyah Indonesia di Harian INDO POS Kamis 8 September 2005 yang menyatakan bahwa :
Untuk menjalankan titah Nabi Mirza Ghulam Ahmad , umatnya harus memahami
isi “Kitab Suci” Tadzkirah.
Sekali lagi, yang menjadi masalah adalah bahwa bagi kaum Ahmadiyah, MIRZA GHULAM AHMAD JUGA MENGAKU SEBAGAI MUHAMMAD SAW,
JADI NAMA MUHAMMAD DALAM SYAHADAT MEREKA BUKAN NABI MUHAMMAD SAW BIN ABDULLAH YANG LAHIR DI MEKAH
SEPERTI KEYAKINAN KITA .
Akan tetapi yang dimaksud dalam Syahadat mereka, nama MUHAMMAD ADALAH MIRZA GHULAM AHMAD YANG LAHIR DI INDIA.
Dalam buku Ajaranku,Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s, Yayasan Wisma Damai, Bogor, cetakan keenam,1993, disebutkan :“….. di dalam syariat Muhammad s.a.w akulah Masih Mau’ud. Oleh karena itu aku menghormati beliau sebagai rekanku” (Halaman 14)
III : BUKTI-BUKTI KESESATAN AHMADIYAH
Pada halaman 1 kitab “suci ” Tadzkirah , disebutkan ya’nii Wahyu Muqoddas Ru-yaa wa khusyuf hadzrat Masih Ma’uud Alaihushshalaatu wassalaamu yang mengandung arti :
Tadzkirah Yaitu Wahyu Suci Dan Mimpi , Kasyaf Hadzrat Masih Mau’uud ‘Alaihishshalaatu wassalaam.
Beberapa kutipan bukti dalam Kitab “ Suci “ Tadzkirah, dimana, katanya Tuhan menurunkan “ Wahyu ” kepada MIRZA GHULAM AHMAD , antara lain:
Halaman 64 .
I love you. (Aku cinta kamu)
I am with you.(Aku bersama kamu).
I shall help you. (Saya (Tuhan) akan menolong kamu).
I can what I wil do. (Saya dapat apa yang saya kerjakan).
IV : PERBEDAAN PRINSIP ANTARA ISLAM DENGAN AHMADIYAH LAHORE (GAI) DAN AHMADIYAH QADIYANI (JAI)
Prinsip dasar Islam adalah Ishlaahul ‘Aqiidah = Benar, beres ‘Aqidah , salah satu ‘Aqidah Islam yang merupakan : pakem harga mati yang tidak boleh ditawar apalagi dirubah Firman-Nya Q.S.Al-Ikhlash 112 : 1 – 4
1.Katakanlah :“ Dialah Allah, Allah Yang Maha Esa.
2.Allah adalah Tuhan yang bergantung
kepada-Nya segala sesuatu.
3.Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan.
4.Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia
• PRINSIP DASAR ‘AQIDAH ISLAM TERSEBUT ADALAH
1. Tiada syarikat sekutu antara Allah dengan apapun dan siapapun juga.
2. Allah tumpuan harapan, ketergantungan semua makhluk, Allah yang dibutuhkan oleh segenap mahluk , dan Dia Allah tiada butuh bantuan pertolongan dari apapun dan siapapun juga.
3. Allah tidak dilahirkan oleh siapapun dan tidak melahirkan anak seorangpun juga.
4. Allah tidak sama dan tidak ada yang bisa menyamai-Nya apapun dan siapapun juga , baik dalam dzat-Nya, sifat-Nya dan af’al (perbuatan-Nya)
Berbeda dengan MIRZA GHULAM AHMAD inspirator Ajaran Ahmadiyah, baik :
1. 1. LAHORE (GAI) YANG MENGANGGAP MIRZA SEBAGAI MUJADDID
(PEMBAHARU, REFORMIS), MUHDITS (YANG DIAJAK BERBICARA OLEH ALLAH), atau :
2. QODIYANI (JAI) MENGANGGAP MIRZA SEBAGAI MASIH MAU’UD BAHKAN NABI YANG DIUTUS SETELAH NABI MUHAMMAD SAW
V : MIRZA MENGANGGAP SEDERAJAT DENGAN TUHAN DAN MENGANGGAP TUHAN PUNYA ANAK
“ Nabi “ Palsu Mirza Ghulam Ahmad dari India, sekarang pusat kegiatan jema’ah sedunia dan “ Khalifah V Amirul Mukminin Hadhrat Mirza Masroor Ahmad “ di London Inggris, dan di Indonesia bermarkas Pimpinan Pusat Jema’ah Ahmadiyah Indonesia di Kampus Almubarok Jln.Raya Parung-Bogor Nomor 27 Desa Pondok Udik Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor yang akan dijadikan Markas Terbesar se Asia Tenggara, merupakan ajaran yang keluar dari Islam sealiran dengan Syekh Siti Jenar yang berfaham : “ Manunggaling kawulo lan Gusti “, sama dengan faham “ Wihdatul Wujud Alhallaj “ yang pada zaman nya kedua-duanya dihukum mati.
• Berikut ini pengakuan MIRZA GHULAM AHMAD yang menganggap dirinya sama dengan Tuhan / Allah :
(1). Tazdzkirah halaman 195 s/d 197 .
Mirza Ghulam Ahmad mimpi menjadi Allah dan saat bangun dia melihat bahwa dirinya adalah benar-benar Allah SWT.
Pada halaman 195 – 196 disebutkan : Didalam tidur aku (Mirza) bermimpi jadi Allah, dan aku (Mirza) yakin bahwa diriku adalah Dia (Allah) ……… dan adalah ketuhanan habis didalam urat-uratku ………dan pada ketika aku ada dalam keadaan ini, aku berkata : “ Aku ingin peraturan yang baru, langit yang baru dan bumi yang baru, kemudian aku (Mirza) menciptakan langit dan bumi “ .
Catatan
Tidak ada seorangpun diantara shahabat bahkan para Nabi sejak Nabi Adam AS sampai dengan Nabi Muhammad Saw bahkan sampai hari Qiyamat yang bermimpi menjadi Allah , apalagi yang berkeyakinan bahwa dirinya adalah Allah , kecuali MIRZA GHULAM AHMAD Nabi Palsu dari India.
(2).Tadzkirah halaman 436.
Engkau (Mirza Ghulam Ahmad ) disisi-Ku (Allah) seperti kedudukan anak-anak-Ku. Engkau dari Aku dan Aku dari engkau. Mudah-mudahan Tuhan membangkitkan engkau pada tempat yang terpuji .
(3).Tadzkirah halaman 196.
Maka aku (Mirza) melihat bahwa roh-Nya (Allah) meliputiku dan bersemayam (berada) pada badanku dan mengurungku dalam lingkungan keberadaan-Nya, sehingga tidak tersisa dariku satu (atom) pun, sedangkan aku termasuk yang tidak hadir.
Dan aku melihat badanku, ternyata anggauta badan-Nya Allah, mataku adalah mata-Nya Allah pula , telingaku adalah telinga-Nya Allah pula, dan lidahku adalah lidah-Nya Allah pula .
(4). Tadzkirah halaman 742.
Aku bersamamu dan bersama keluargamu. Aku menanggung bebanmu. Sesungguhnya Aku bersamamu, wahai yang bahagia.
Telah terjadi yang terjadi.
Dan telah binasa yang binasa.
Aku (Allah) menaruh manusia dibawah telapak kakimu (Mirza). Dan Kami menghilangkan dari bebanmu. Yang mebebani punggungmu. Dan Kami mengangkat derajatmu*) Do’amu dikabulkan. Akan Kami perlihatkan ayat-ayat Kami dijagat ini dan pada diri mereka **).
Catatan
*) . Bajakan dari Q.S.Al-Insyirah 94 ayat 2-3.
**). Bajakan dari Q.S.Fushshilat 41 ayat 53.
5. Tadzkirah halaman 525 ,
Bajakan dari Q.S.Yasin 36 : 82, aslinya
Innamaa amruhuu idzaa arooda syaian anyaquula lahuu kun fayakuun = Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya : ” Jadilah! ” Maka terjadilah Dirubah oleh Mirza Ghulam Ahmad menjadi Innamaa amruka idzaa aradta syaian an taquula lahuu kun fayakuun = Sesungguhnya urusan engkau (Mirza), apabila engkau menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: Jadilah ! Maka terjadilah ia.
VII : MIRZA GHULAM AHMAD GUNTA GANTI NAMA
22 (dua puluh dua) kali Mirza Ghulam Ahmad , mengganti namanya yang disandarkan kepada Allah SWT dengan dalih “ Allah menyebutku, Allah memanggilku “ dengan sebutan sebagai berikut :
• 1.Kitab BAHTERA NUH halaman 70, 71, 72 ,73 Mirza Ghulam Ahmad menyebutkan dirinya adalah
a. Sebagaimana didalam kitab Brahin Ahmadiyah MULA-MULA AKU DINAMAI MARYAM.
b. Allah Ta’ala telah menamai diriku dalam firman itu ROH SUCI (RUHASHSHIDQI).
c. Pada tempat itu aku dipanggil dengan nama ISA.
d. Mengingat hal itu, aku disebut ISA IBNU MARYAM.
e. Kemudian, akhirnya pada halaman 556 dalam kitab “ Brahin Ahmadiyah” tercantum , bahwa SEKARANG AKU TELAH MENJADI ISA MELALUI MARYAM.
f. Kemudian, setelah dua tahun lewat, sebagaimana tercantum pada halaman 496 kitab “Brahin Ahmadiyah” , kedalam DIRIKU DITIUPKAN ROH ISA DAN SECARA KIASAN AKU DIBUAT HAMIL SEPERTI HALNYA SITI MARYAM
g. Pada akhirnya setelah beberapa bulan lamanya yang jangka waktunya tidak lebih dari sepuluh bulan dengan perantaraan ilham yang tercantum paling akhir dalam kitab “ Brahin Ahmadiyah” halaman 556 AKU DIJADIKAN ISA DARI KEADAAN MARYAM.
h. Barulah aku mengetahui, bahwa pengakuanku sebagai Masih Mau’ud bukanlah suatu hal baru. Pengakuan itu yang didalam kitab Brahin Ahmadiyah telah berulang-ulang dituliskan dengan jelas.
2. Majalah Sinar Islam 1 Nopember 1985 (Majalah Jemaat Ahmadiyah Indonesia ) yang telah dilarang penerbitannya oleh Pemerintah c.q. Kejaksaan Agung , terbitan Nubuwwah 1364 HS halaman 9 s/d 14 dengan judul Tadzkirah Terjemahan dari mimpi , kasyaf dan wahyu perkataan dari Hadzrat Masih Mau’ud as. Dalam terjemahan ini dicantumkan juga wahyu bahasa aslinya Bagian XCVIV.
Pada halaman 11 dan 12 , disebutkan pengakuan nama Mirza Ghulam Ahmad
Dalam wahyu ini Tuhan menyebutkanku Rasul-Nya, karena sebagaimana sudah dikemukakan dalam Brahin Ahmadiyah, Tuhan yang Maha Kuasa telah membuatku manifestasi (penjelmaan,peny) dari semua Nabi ,
dan memberiku nama mereka .
Aku Adam
Aku Seth
Aku Nuh
Aku Ibrahim
Aku Ishaq
Aku Ismail
Aku Ya’qub
Aku Yusuf
Aku Musa
Aku Daud
Aku Isa
dan aku adalah penjelmaan sempurna dari Nabi Muhammad saw, yakni aku adalah Muhammad dan Ahmad sebagai refleksi (tiruan serupa, peny)
Haqiqatul Wahyi halaman 72
VIII : KEANGKUHAN & KESOMBONGAN MIRZA
Mirza Ghulam Ahmad menyatakan bahwa :
Ada lagi Nabi setelah Nabi Muhammad SAW, yaitu Mirza Ghulam Ahmad, namun tidak boleh ada lagi Nabi sesudah Mirza Ghulam Ahmad.
Dalam Kitab Bahtera Nuh halaman 82, disebutkan :
Aku adalah jalan terakhir diantara segala jalan Tuhan. Aku adalah nur terakhir diantara segala nur-Nya. Buruklah nasib orang yang meninggalkan diriku, sebab tanpa diriku segala-galanya gelap gulita.
• CATATAN
1. Mirza Ghulam telah menvonis bagi yang tidak mengimani dirinya (seperti kita), dihukumkan sebagai orang yang gelap gulita alias kafir .
2. Ayat Alquran dalam Q.S.Al-Ahzab 33 : 40
Artinya : Muhammad itu sekali – kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-nabi . Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu “.
( Alquran dan Terjemahnya Depag RI halaman 674 ).
Kalimat : khaatamannabiyyin , oleh pihak Ahmadiyah diartikan bukan Nabi akhir/nabi penutup , akan tetapi diartikan dengan :
NABI PALING AFDLOL, MULIA, CINCIN HIASAN PARA NABI, SETELAH NABI MUHAMMAD AKAN ADA LAGI NABI .
Dalam Tafsir Ahmadiyah halaman 1460 diartikan dengan Materai sekalian Nabi.
Namun aneh , setelah Mirza Ghulam Ahmad , tidak boleh dan tidak akan ada Nabi lagi, seperti dikatakannya pada Buku Bahtera Nuh hlmn 82
“ Aku jalan terakhir diantara segala jalan Tuhan. Aku adalah nur terakhir diantara segala nur-Nya….. “.
3. Bahtera Nuh halaman 85, menunjukkan keangkuhan lainnya dari Nabi Palsu MIRZA GHULAM AHMAD
“ Kami tidak dapat memahami apakah kelebihan Masih Ibnu Maryam (maksudnya Nabi Isa AS,peny) dibandingkan dengan orang lain, yang dengan kelebihan itu timbul gagasan untuk menuhankannya.
Kebanyakan nabi-nabi sebelumnya, seperti Nabi Musa, Alyasa dan Ilyas, lebih unggul dari beliau dalam hal mu’jizat.
Dan aku (Mirza,peny) atas nama Dia yang didalam genggaman-Nya ada nyawaku, seandainya Masih Ibnu Maryam (maksudnya Nabi Isa AS) hidup pada zamanku ini, ia sekali-kali tidak akan dapat mengerjakan pekerjaan yang dapat kukerjakan.
• Sikap seperti itu adalah sikap yang bertentangan dengan ciri seorang Mukmin yang dijelaskan pada Q.S.Albaqarah 2 : 285
• Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): “Kami tidak membeda bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (mereka berdoa): “Ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.“
• Dan juga, Nabi Muhammad SAW sangat merendah dan hormat tidak menganggap dirinya melebihi Nabi-nabi yang lain yang mendahului beliau.
•
IX : PENGAKUAN YANG BERTOLAK BELAKANG ADALAH DUSTA MIRZA BUKAN NABI DAN BUKAN WALI ALLAH
Sebagaimana kita yakini bersama bahwa ciri kenabian pada diri Rasulullah Saw ,
1. Shidiq ( Senantiasa benar ).
2. Amanah ( Terpercaya ).
3. Fathonah ( Pinter , Cerdas ) dan
4. Tabligh ( kemampuan menyampaikan pesan risalah Allah ).
• Apakah benar Mirza Ghulam Ahmad menerima “ Wahyu “ yang dikatakannya adalah
“ Firman Allah, Allah berkata-kata kepadanya”
Apakah kebenaran
ataukah dusta ? .
• KITA LIHAT FACTA SEBAGAI BERIKUT:
Pihak Ahmadiyah didalam membela “kebenaran“ sang Nabi Palsu Mirza Ghulam Ahmad dalam Buku Penjelasan Jema’at Ahmadiyah Indonesia tahun 2001 , membuat penjelasan pembelaan sebagai berikut :
Tokoh sufi terkenal yang dijuluki Asy-Syaikhul Akbar dan juga dijuluki Khatamul Aulia, yakni Imam Muhyiddiyn Ibnu Arabi, menegaskan bahwa ayat-ayat suci Alquran dapat turun sebagai wahyu kepada para waliyullah, dan hal itu tidak berarti mengurangi kehormatan Alquran atau membajak Alquran.
Beliau menuliskan : Tanazzalul-Quraan alaa quluwbil- awliyaa maa inqatha’a ma’a kawnihi mahfuwzan lahum walaakin lahuum zuwqul-inzaal wahaaza liba’dihim.
“Turunnya Al-Quran kedalam hati para wali tidaklah terputus. Bahkan pada mereka ia terpelihara dalam bentuk yang asli. Namun ia diturunkan kepada para wali adalah untuk memberikan cicipan rasa turunnya Al-Quran kepada mereka.Dan anugerah ini diberikan kepada sebagian mereka “
(Futuuhat Makiyyah jilid 2
halaman 258 bab: 159).
• Bantahan
• Pendapat Muhyiddin Ibnu Arabi yang dijadikan dalil tentang turunnya Alquran kedalam hati para Wali tidaklah terputus. Bahkan pada mereka ia terpelihara dalam bentuk yang asli.
• Pendapat tersebut yang dijadikan sandaran alasan tentang turunnya “Wahyu” kepada Mirza Ghulam Ahmad, membuktikan bahwa Mirza Ghulam Ahmad jangankan mencapai derajat sebagai Nabi Allah atau Rasul Allah , bahkan untuk mencapai derajat Wali saja sudah tidak mungkin.
Kenapa demikian ?
Karena kalimat : “ Bahkan pada mereka ia terpelihara dalam bentuk yang asli “, tidak terbukti.
Karena yang diakui oleh Mirza Ghulam Ahmad sebagai Wahyu, bukan Alquran yang terpelihara dalam bentuk yang asli .
• Akan tetapi berupa potongan-potongan dan sambungan-sambungan ayat pada surat yang berbeda kemudian dicampursarikan dengan “igauan lamunan Mirza”.
• Salah satu contoh saja yang paling nyata bukti kebohongan Mirza jangankan dirinya menjadi Nabi dan Rasul, menjadi Wali saja tidaklah mungkin alias mustahil bin mustahal.
• Buktinya , adalah Surat Yaasin (surat ke 36) ayat 1, 2 dan 3 , ayat yang semula berbunyi:
Yaasin. Walquraanil Hakiim.
Innaka laminalmursaliin.
Pada kitab Tadzkirah halaman 658 – 659 menjadi
Yaasiin . Innaka laminalmursaliin
Berarti Mirza Ghulam Ahmad telah menghilangkan ayat yang berbunyi Walquraanil hakiim.
Bukankah ini merupakan bukti, anak TK Alquran saja pasti mengatakan :
“ Siapa yang mencuri dan menghilangkan
ayat Walquraanil hakiim ? “.
Dan semua orang Islam yang mencintai Alquran pasti mengatakan bahwa :
MIRZA GHULAM AHMAD ADALAH KORUPTOR MAHA BESAR MENGKORUPSI ALQURAN.
Kalau istilah “ PEMBAJAKAN AYAT ALQURAN ” tidak mereka terima.
Sementara isi kitab Tadzkirah adalah melulu “ bajakan atau potongan ayat-ayat Alquran yang disambung dan ditambah dengan igauan, lamunan , khayalan MIRZA GHULAM AHMAD “.
Bukti lain “ korupsi dan mengacak-acak Al-Quran “
yang dilakukan oleh Mirza Ghulam Ahmad, secara nyata dapat kita temukan pada Buku Bahtera Nuh terbitan
Wisma Damai Parung 1 Dzuhur 1371 HS/ 1 Agustus 1993 M Cetakan Edisi ke – 3 tahun 1993 pada Kata Pengantar Qodian 5 Oktober 1902 halaman iii sebagai berikut :
1. Q.S.Hud 11 : 37 sepotong dirubah/diambil
dan digabung dengan sepotong ayat
pada QS. Alfatah 48:10
2. Q.S.Hud 11 : 41 sepotong diambil, kemudian digabung dengan sepotong dari Q.S.Hud 11: 43
Mirza Ghulam Ahmad mengakui sebagai Nabi dan Rasul serta mahluk termulia, dan sebagai anak Allah , sama dengan kedudukan ‘Arasy Allah, sama dengan ketauhidan dan ke-Esa-an Allah, menyatu dengan Allah dan menjadi Allah, sebagai pencipta langit dan bumi, bahkan Mirza Ghulam Ahmad menganggap dirinya lebih sempurna dibanding Allah SWT.
Menganggap Allah seperti Al-Ukhbutut = ikan gurita.
1. Kitab Tadzkirah halaman 493 tertulis, bahwa Mirza Ghulam Ahmad dijadikan sebagai rasul Allah
“ YA AHMAD JU’ILTA MURSALAN = WAHAI AHMAD (MIRZA GHULAM AHMAD) AKU (ALLAH) TELAH MENJADIKAN ENGKAU SEBAGAI RASUL “.
2. Kitab Tadzkirah halaman 651 tertulis bahwa Allah memanggil Mirza Ghulam Ahmad dengan panggilan YAA NABIYYALLAAH = WAHAI NABI ALLAH .
3. Kitab Tadzkirah halaman 192, 368, 373, 496, dan 579 disebutkan bahwa :
MIRZA GHULAM AHMAD ADALAH MAKHLUK TERBAIK DI ALAM SEMESTA YANG MENDAPAT KARUNIA ALLAH YANG TIDAK PERNAH DIDAPAT OLEH SELAINNYA.
4. Kitab Tadzkirah 192, 219, 222, 223, 243, 280, 378, 380, 387, 401, 496, 579, 622, 637, 639.
menyebutkan Mirza Ghulam Ahmad bukan hanya Al-Masih saja, akan tetapi MIRZA GHULAM AHMAD ADALAH AL-MASIH PUTRA MARYAM.
5. Kitab Tadzkirah halaman 412 dan 436 tertulis bahwa Mirza Ghulam Ahmad disamakan dengan anak Allah : “ ANTA MINNII BIMANZILATI AULAADII = ENGKAU (MIRZA) DISISI-KU SAMA DENGAN KEDUDUKAN ANAK-ANAK-KU “
6. Kitab Tadzkirah halaman 636 Mirza Ghulam Ahmad disamakan pula dengan ’Arsy Allah : ANTA MINNII BIMANZILATI ‘ARSYII = ENGKAU (MIRZA) DISISI-KU SAMA DENGAN KEDUDUKAN ‘ARASY-KU .
7. Tadzkirah halaman 15, 196, 223, 246, 368, 276, 381, 395,496,579,636 menyebutkan kedudukan Mirza Ghulam Ahmad sama dengan ketauhidan dan keesaan Allah : “ ANTA MINNII BIMANZILATI TAUHIIDII = ENGKAU (MIRZA) DISISIKU SAMA DENGAN KETAUHIDAN-KU“ .
8. Tadzkirah halaman 185,197,696,700 “ MIRZA GHULAM AHMAD MENGAKU DIRINYA MENYATU DENGAN ALLAH DAN MENJADI ALLAH, LALU MIRZA GHULAM AHMAD MENCIPTAKAN LANGIT DAN BUMI “.
9. Tadzkirah halaman 51, 245, 277, 368,
MIRZA GHULAM AHMAD MENGANGGAP DAN MENGAKUI DIRINYA LEBIH SEMPURNA
DAN MULIA DIBANDING ALLAH SWT “Yaa Ahmadu yatimmu ismuka walaa yatimmu ismii
(Hai Ahmad) , telah sempurna namamu, dan tidak sempurna nama-Ku).
• Dalam bukunya ALBUSYRO halaman 97
Mirza Ghulam Ahmad mengatakan :
Qoola lii Alloohu Innii ushollii wa ashuumu wa ashihhuu wa anaamu
Allah telah berkata kepadaku , bahwa Aku (Allah) melakukan sholat dan shaum
Aku-pun berjaga dan Aku-pun tidur “.
Catatan :
Aqidah seperti itu bertentangan dengan Al-Quran, firman-Nya pada Q.S. Albaqoroh 2 : 255
MENGANGGAP ALLOH SEPERTI MANUSIA
Catatan
Dari apa yang diungkapkan Mirza Ghulam Ahmad tersebut , dia (Mirza Ghulam Ahmad) telah menyerupakan Allah dengan makhluk , yaitu memiliki tubuh, kaki dan tangan.
Pandangan seperti itu adalah pandangan golongan Musyabbihah (Allah serupa dengan mahluk) dan Mujassimah (Allah memiliki fisik seperti mahluk) .
Kepercayaan seperti itu adalah kufur karena bertentangan dengan Q.S.Asysyura 42:11
•
MENGKAFIRKAN YANG BUKAN AHMADIYAH
1. pada Buku HAQIIQOTUL WAHYI halaman
163 Mirza Ghulam Ahmad berkata :
Barang siapa yang tidak beriman kepadaku ( baca : Mirza Ghulam Ahmad) sama dengan orang yang tidak beriman kepada Allah dan Rasululah SAW (maksudnya Nabi Muhammad SAW ).
• X : AHMADIYAH TIDAK MENGGUNAKAN
KALENDER HIJRIYAH YANG DIGUNAKAN
DUNIA ISLAM
• KALENDER AHMADIYAH
1. Suluh
2. Tabligh
3. Aman
4. Syahadah
5. Hijrah
6. Ihsan
7. Wafa’a
8. Zuhur
9. Tabuuk
10. Ikha
11. Nubuwwah
12. Fattah
• Cara menghitung tahun HS (Hijri Syamsi) 2.005 – 622 + 1 = 1.384 HS (lihat Penjelasan Jemaat Ahmadiyah Indonesia lampiran VIII halaman 5).
• Penanggalan Ahmadiyah menggunakan perhitungan Syamsiyyah (Solar Sistem) bukan perhitungan Qomariyah (Lunar Sistem) seperti digunakan umat Islam sedunia.
• QS. At-Taubat 9 : 36
“ Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah diwaktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram ( bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharam dan Rajab, lihat foot note 119 Alquran & Terjemahnya Depag RI peny). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa “.
Ahmadiyah mengatakan dalam penjelasannya;
“ Didalam kalender jemaat Ahmadiyah dicantumkan ketiga-tiga pola penanggalan
1. Penanggalan Hijriyah Qomariah
2. Penanggalan Masehi
3. Penanggalan Hijri Syamsi.
Penjelasan Ahmadiyah tersebut tidaklah benar sama sekali dan merupakan suatu kebohongan.
Buktinya pada Buku Bahtera Nuh dengan bukti:
Kata Pengantar Buku Bahtera Nuh halaman Kata Pengantar disebutkan Parung 1 Dzuhur 1372 Hs / 1 Agustus 1993 M, tanpa menyebut penanggalan Hijriyyah yang digunakan oleh mayoritas Muslim sedunia.
KENAPA KOMUNITAS MUSLIM SELURUH DUNIA MENGGUNAKAN KALENDER HIJRIYYAH DENGAN PERHITUNGAN PENANGGALAN BERDASARKAN QOMARIYAH ?
Jawabannya adalah :
1. Sesuai sabda Rasulullah Saw yang menyatakan bahwa “ Hitungan hari dalam setiap bulan itu terkadang 29 hari dan terkadang 30 hari “ , berbeda dengan penanggalan Masehi dan Hijri Syamsi 30 hari, 31 hari dan 28 atau 29 hari pada bulan Pebruari .
2. Perhitungan dan penetapan awal Shaum (Puasa) , hari Raya Iedul Fithrie, Wukuf di Arafah dan Hari Raya Iedul Adlha menggunakan perhitungan Qomariyah bukan Syamsiyah , termasuk larangan perang seperti disebutkan diatas QS.Attaubat 9:36.
XI: TANAH SUCI DAN TEMPAT HAJI AHMADIYAH
1.Mekkah
2.Madinah
3.Rabwah
4.Qadian ( India )
Ahmadiyah berkeyakinan bahwa Qadian di India merupakan tempat suci disamping Mekkah dan Madinah , karena
“ Allah “ telah memilih tempat-tempat tersebut untuk menurunkan “wahyu–wahyunya“ katanya .
Dalam Kitab Hakikatul Wahyi halaman 8, Penerbit Pusat Ahmadiyah Karachi tahun 1907, dan didalam “ kitab suci Tadzkirah “ halaman 637 disebutkan : Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Kitab Suci Tadzkirah) di Qadiyan dan dengan kebenaran Kami telah menurunkannya dengan kebenaran Kami turunkan.
• Badan Penelitian dan Pengembangan Agama Departemen Agama RI tahun 1984/1985 halaman 19 dan 20 menyebutkan
Pandangan Ahmadiyah tentang Ibadah Haji ke Mekkah dibanding dengan ke Qadian,
sebagai berikut
halaman 19 :
“ Alangkah celakanya orang yang telah melarang dirinya untuk bersenang – senang dalam
Haji Akbar ke Qadian “.
halaman 20 :
Haji ke Mekkah tanpa Haji ke Qadian adalah Haji yang kering lagi kasar, karena Haji ke Mekkah sekarang tidak menjalankan misinya dan tidak menjalankan kewajibannya.
XII : K E S I M P U L A N
A: Ajaran MIRZA GHULAM AHMAD, yang menjadi sumber inspirasi berdirinya
• GAI (Gerakan Ahmadiyah Indonesia) Lahore berpusat di Jogya, dan
• JAI (Jemaat Ahmadiyah Indonesia) Qodiyani berpusat di Kampus Almubarok Jln.Raya Parung Bogor sekarang di Jln.Balikpapan Jakarta
Kedua-duanya adalah kelompok yang berpegang kepada ajaran yang dlollun mudlillun ( ajaran yang sesat dan menyesatkan ) atau dlolluu wa adlolluu = sesat menyesatkan .
Seperti aliran sungai sekalipun dihulunya jernih, kehilirnya mungkin kotor. Apalagi bila dihulu sungai airnya keruh dan kotor, dapat dipastikan kehilirnya akan lebih kotor lagi.
Seperti itulah ajaran Mirza Ghulam Ahmad
sang Nabi Palsu dari India sebagai inspirator ajaran yang keruh dan kotor,
mengalir kepada kedua kelompok yaitu
LAHORE (GAI) dan QODIYANI (JAI) ,
maka dapat dipastikan kedua-duanya akan lebih butek dan kotor lagi.
- TINJAUAN HUKUM
B : Penetapan Presiden RI no 1 thn 1965 yang telah menjadi UU no 5 thn 1965,yaitu “ UU tentang pencegahan penyalah gunaan dan/Penodaan Agama”
Pasal 1
Setiap orang dilarang dengan sengaja dimuka umum menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum, untuk melakukan penafsiran tentang suatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan kegiatan keagamaan dari agama itu, penafsiran dan kegiatan mana menyimpang dari pokok pokok ajaran agama itu.
Pasal 4
Pada kitab Undang-Undang Hukum Pidana diadakan pasal baru yang berbunyi
Pasal 156 a.
Dipidana dengan pidana penjara selama lamanya 5 tahun barang siapa dengan sengaja dimuka umum mengeluarakan perasaaan atau melakukan perbuatan:
a. Yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalah gunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.
• PENJELASAN ATAS PENETAPAN PRESIDEN RI NOMOR 1, THN.1965 TENTANG PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN DAN / ATAU PENODAAN AGAMA
Pasal 2
Sesuai dengan kepribadian Indonesia, maka terhadap orang-orang ataupun penganut-penganut sesuatu aliran kepercayaan ataupun anggota-anggota pengurus organisasi yang melanggar larangan tersebut dalam pasal 1, untuk permulaannya dirasa cukup diberi nasihat seperlun
Apabila penyelewengan itu dilakukan oleh organisasi atau penganut penganut aliran kepercayaan dan mempunyai efek yang cukup serius bagi masyarakat yang beragama, maka Presiden berwenang untuk membubarkan Organisasi itu dan untuk menyatakan sebagai organisasi aliran terlarang dengan akibat-akibatnya. (jo.pasal 169 KUHP).
C. KENAPA AHMADIYAH HARUS DILARANG DAN “DIPERANGI”
AHMADIYAH YANG MARKASNYA BERPUSAT DI LONDON INGGRIS , SAAT KHOLIFAH KE IV-NYA (TELAH MENINGGAL DUNIA) YANG BERGELAR AMIRUL MUKMININ HADHRAT MIRZA TAHIR AHMAD TAHUN 2000 M TELAH MELAKUKAN KUNJUNGAN RESMI KEBERBAGAI DAERAH DI INDONESIA MENYATAKAN :
“ Saya tegaskan kepada kalian bahwa Indonesia- pada akhir abad baru ini akan menjadi negara Ahmadiyah terbesar di dunia. Insya-allah. Jemaah Ahmadiyah Indonesia setelah sekian lama bersabar,berketeguhan hati dan berdo’a akhirnya mendapat Taufik (dari Allah SWT) dengan datangnya hari ini dimana kholifah Almasih berada disisi kalian ”.
(Mingguan Alfadl Internasonal nomor 7, 13 Juli 2005 berbahasa Urdu)
Atas dasar itu semua, maka MUI (Majelis Ulama Indonesia)
Kabupaten Bogor mengeluarkan
Fatwa Nomor: 01/X/KHF/MUI-Kab/VII/05
tanggal 14 Juli 2005
Tentang : Ahmadiyah Qadiyani Terlarang
di Wilayah Kabupaten Bogor.
Kemudian ditindak lanjuti dengan :
1. Surat Pernyataan Bersama tanggal 14 Juli 2005 tentang Persetujuan Penutupan Kampus Mubarak di Desa Pondok Udik Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor.
2. Kemudian dikeluarkan Surat Pernyataan Bersama tanggal 20 Juli 2005 tentang Pelarangan Kegiatan Jemaat Ahmadiah Indonesia (JAI) di Wilayah Kabupaten Bogor,
Kedua surat pernyataan tersebut ditandatangani oleh Bupati Bogor, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, DANDIM 0621 Bogor,KAPOLRES Bogor, KAJARI Cibinong, KA.PENGADILAN NEGRI CIBINONG, DANLANUD ATS, KA.KANDEPAG dan MUI Kabupaten Bogor.
• MIRZA GHULAM AHMAD DENGAN GERAKAN AHMADIYAHNYA MERUPAKAN ANTEK-ANTEK INGGERIS DAN NEGARA IMPERIALIS AMERIKA SERIKAT DAN KANADA
Republika Kamis, 17 April 2008
• SEJARAH AHMADIYAH
• Hubungan Inggris dengan Mirza Ghulam Ahmad (MGA) dan keluarganya memang mesra. ‘Nabi’ MGA berjasa menyerukan penghapusan jihad saat India dijajah Inggris
• Pengabdian pada Inggris itu sudah dilakukan leluhur MGA (MIRZA GHULAM AHMAD ) sejak tahun 1830-an.
• Saat itu, India yang masih dikuasai Muslim, menghadapi dua kekuatan: Inggris dan kaum Sikh. Dalam perang sabil menghadapi kedua kekuatan itu, keluarga Mirza memihak kaum Sikh dan Inggris.
• Fakta tersebut diungkap Bashiruddin Mahmud Ahmad, anak MGA yang juga Khalifatul Masih II dalam bukunya, Riwayat Hidup Mirza Ghulam Ahmad.
• Leluhur MGA merupakan pemimpin tentara yang membantu Maharaja Ranjit Singh, Jenderal Nicholson, dan Jenderal Ventura.
• Dalam bukunya, Bashiruddin tak menjelaskan konteks pemberian bantuan itu. Dia mengungkapkannya layaknya sebuah kehormatan besar bagi keluarganya. Namun fakta sejarah memang tak bisa ditutupi, betapa yang diserang Ranjit Sing, Nicholson, dan Ventura, adalah umat Islam.
‘‘ Keuntungan yang utama bagi Inggris karena munculnya Almasih dan Imam Mahdi itu adalah timbulnya perpecahan di kalangan ummat Islam yang tidak bisa dielakkan lagi,”
Demikian kesimpulan Abdullah Hasan Alhadar dalam bukunya Ahmadiyah Telanjang Bulat di Panggung Sejarah.
• Saat masalah pertentangan soal Ahmadiyah mencapai puncaknya di Pakistan dan konstitusi negara itu akhirnya mencantumkan bahwa penganut Ahmadiyah merupakan non-Muslim , terjadilah ketegangan.
• Buntutnya, kekhalifahan Ahmadiyah yang mirip ‘dinasti’ itu hengkang dari Pakistan.
• Sejak tahun 1985, kekhalifahan tersebut berkedudukan di London, Inggris sampai dengan saat ini .
• Di sana, sejak tahun 1994, Ahmadiyah memiliki sebuah corong untuk menyebarkan ajarannya, yaitu Muslim Television Ahmadiyyah (MTA). Perlu dana luar biasa besar untuk melakukan siaran empat bahasa itu.
• Audah yang merupakan mantan orang dalam di markas pusat Ahmadiyah, berkomentar tak mungkin televisi itu dijalankan dengan biaya dari sumbangan orang-orang Ahmadiyah. ”Kami tidak mendapat informasi akurat mengenai identitas orang yang memberi dana proyek itu.’‘.
• Saat inipun terbukti bahwa Ahmadiyah adalah Agen Imperialis sebagaimana diungkap oleh Dr.Nasarudin Umar Dirjen Bimas Islam Departemen Agama yang menyatakan telah menerima surat dari Pemerintah Inggeris, Kanada dan Amerika yang meminta agar Pemerintah RI tidak melarang atau membubarkan Ahmadiyah . Lihat Republika Kamis 17 April 2008.
Pada Kitab “Suci” Tazkirah halaman 348 kata Mirza Ghulam Ahmad ada “Wahyu” dalam bahasa Urdhu yang menyatakan
Rasa terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya bagi Ratu Victoria dari Kerajaan Inggeris.
• Republika Kamis, 29 Mei 2008
Lima Perkara Tolak Ahmadiyah
Hb Muhammad Rizieq Syihab Lc MA
Ketua Umum Front Pembela Islam/Ketua Rabithoh ‘Alawiyah dan Anggota Majelis A’la Dewan Imamah Nusantara serta Kandidat Doktor Bidang Syariah di Universiti Malaya.
Membaca tulisan Shamsir Ali di Republika, Jumat (23/5), yang berjudul Ahmadiyah Menjawab, saya memandang perlu menanggapinya karena penuh dengan penipuan dan penyesatan. Shamsir hanya mengemukakan sejumlah persamaan antara Ahmadiyah dan Islam sambil menyembunyikan segudang perbedaan keduanya.
Lalu, dia mengambil kesimpulan Ahmadiyah sama dengan Islam. Padahal, antara Ahmadiyah dan Islam tidak berarti bahwa Ahmadiyah itu sama dengan Islam, sebagaimana banyaknya persamaan antara monyet dan manusia tidak berarti monyet itu sama dengan manusia.
Saya akan menyoroti tulisan Shamsir terkait lima persoalan.
• PERTAMA SOAL KENABIAN
• Ahmadiyah memang mengakui Muhammad SAW nabi dan rasul, tapi Ahmadiyah tidak mengakuinya sebagai penutup para nabi. Ahmadiyah mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai Khaatamun Nabiyyiin, tetapi dengan makna stempel para nabi atau semulia-mulianya para nabi, bukan dengan arti penutup para nabi. Kalaupun Ahmadiyah terkadang menerima Muhammad sebagai penutup para nabi, dibatasi hanya nabi yang membawa syariat yang ditutup, sedang nabi yang tidak bawa syariat tetap ada sampai akhir zaman.
• Dalam kitab Tadzkirah hal 493 baris 14 tertulis bahwa Mirza Ghulam Ahmad (MGA) dijadikan sebagai rasul dan di hal 651 baris ketiga tertulis bahwa Allah memanggil MGA dengan panggilan Yaa Nabiyyallaah (Wahai Nabi Allah).
Shamsir Ali pura-pura memuji Nabi Muhammad SAW sebagai nabi yang istimewa dan termulia, padahal dalam kitab Tadzkirah hal 192, 368, 373, 496, dan 579 disebutkan bahwa MGA makhluk terbaik di alam semesta yang mendapat karunia Allah yang tidak pernah didapat oleh selainnya.
• Shamsir juga menyatakan MGA Al-Masih. Padahal, dalam Tadzkirah disebutkan MGA bukan hanya Al-Masih, tapi MGA adalah Al-Masih putra Maryam ( Hal 192, 219, 222, 223, 243, 280, 378, 380, 387, 401, 496, 579, 622, 637, dan 639). Di sini Shamsir Ali berusaha menyembunyikan keanehan akidahnya.
• Dalam kitab Tadzkirah hal 412 baris kedua dan hal 436 baris 2-3 tertulis bahwa MGA disamakan dengan anak Allah dan di hal 636 baris 13 disamakan pula dengan ’Arsy. Tadzkirah menyebutkan kedudukan MGA sama dengan ketauhidan dan keesaan Allah (hal 15, 196, 223, 246, 368, 276, 381, 395, 496, 579, 636).
• Lalu MGA menyatu dengan Allah dan menjadi Allah, lalu MGA yang menciptakan langit dan bumi (hal 195-197, 696 dan 700). Di hal 51 baris 4 tertulis firman Allah kepada MGA Yaa Ahmad yatimmu ismuka wa laa yatimmu ismii (Hai Ahmad, sempurna namamu, dan tidak sempurna nama-Ku). Lihat juga di hal 245, 277, dan 366.
• KEDUA SOAL KITAB SUCI.
• Ahmadiyah memang mengakui Alquran Kitab Suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, tapi Ahmadiyah tidak mengakuinya sebagai Kitab Suci terakhir. Kalaupun Ahmadiyah mengakui Alquran sebagai Kitab Suci terakhir, dibatasi hanya sebagai wahyu syariat yang terakhir, sedang wahyu non syariat tetap ada sampai akhir zaman.
• Menurut Ahmadiyah, kitab Tadzkirah kumpulan wahyu suci dari Allah SWT kepada MGA yang kedudukannya sama dengan Kitab Suci. Shamsir Ali boleh mengelak tentang penisbahan penulisan Tadzkirah kepada MGA, tapi dia tidak bisa memungkiri bahwa isi kandungan Tadzkirah berasal dari MGA.
• Isi Tadzkirah menurut Ahmadyah kumpulan wahyu Allah SWT kepada MGA. Dia juga tidak bisa mengelak bahwa yang tulis, cetak, perbanyak, dan sebarluaskan Tadzkirah ke seluruh dunia adalah Ahmadiyah sendiri. Dalam 12 poin komitmen Ahmadiyah, Departemen Agama tertanggal 14 Januari 2008 dinyatakan Tadzkirah catatan pengalaman rohani MGA.
Pada awal kitab Tadzkirah tertulis bahwa Tadzkirah adalah Wahyun Muqoddas (wahyu yang suci). Di hal 43 baris 8, tertulis ucapan MGA Khoothobani Robbii wa Qoola (Tuhanku bicara langsung kepadaku dan berfirman). Di Hal 278, 369, 376, dan 637 tertulis Allah menurunkan Tadzkirah di sekitar Qodiyan. Di hal 668 baris 12 tertulis MGA sama dengan Alquran dan dia akan mendapatkan Al-Furqon.
Bagaimana bisa disamakan antara Islam yang beriman bahwa Muhammad penutup para nabi dan Alquran Kitab Suci terakhir dengan Ahmadiyah yang beriman bahwa setelah Muhammad ada nabi baru bernama MGA, dan bahwa setelah Alquran ada kitab suci baru bernama Tadzkirah yang diturunkan kepada MGA di Qodiyan, India?
Bagaimana pula bisa disamakan antara Islam yang berakidah lurus dan benar dengan akidah aneh Ahmadiyah yang meyakini MGA makhluk yang termulia, dan namanya lebih sempurna dari nama Allah serta MGA sama dengan ’Arsy dan anak Allah. Bahkan, menyatu dengan Allah dan jadi Allah? Ini persoalan ushuluddin yang sangat prinsip dan mendasar.
• KETIGA.
SOAL AHMADIYAH ANTEK KOLONIALISME, BUKAN FITNAH, TAPI MGA SENDIRI YANG MENGAKU.
Dalam kitab Ruhani Khazain yang merupakan kumpulan karya MGA, Vol 3 halaman 21, MGA menyatakan kesediaan berkorban nyawa dan darah bagi Inggris yang saat itu menjajah India.
Di halaman 166 pada volume yang sama, MGA mewajibkan berterima kasih kepada Inggris yang diakui sebagai pemerintah yang diberkahi.
Di volume 8 halaman 36, MGA mengaku sebagai pelayan setia Inggris, lihat juga di volume 15 Hal 155 dan 156. Puncaknya di volume 16 hal 26 dan vol 17 hal 443, MGA menghapuskan hukum jihad.
Pada 1857 tatkala terjadi pemberontakan besar yang dilakukan kaum Muslimin India terhadap penjajah Inggris, ayah MGA yang bernama Ghulam Murtaza (Murtadha) ikut pasukan Inggris untuk membantai kaum Muslimin. MGA sendiri yang cerita dalam kitab Tuhfah Qaishariyah hal16.
Itulah sebabnya Ahmadiyah disayang dan dipelihara Inggris hingga hari ini. Itu pula yang menjadi sebab Belanda tertarik menghadirkan Ahmadiyah di Indonesia pada 1925. Para pelajar Jawa dan Sumatra di India yang disebut-sebut Shamsir Ali sebagai pembawa Ahmadiyah ke Indonesia hanya kamuflase. Intinya mereka antek Belanda.
Dalam sejarah perjuangan melawan penjajah Belanda, Inggris, Portugis, dan Jepang di Indonesia tidak ada seorang Ahmadiyah pun yang terlibat. Ada pun nama seorang Ahmadiyah yang disebut-sebut Shamsir Ali sebagai anggota Panitia Pemulihan Pemerintahan RI dan mendapat Bintang Jasa Kehormatan dari Pemerintah RI masih harus diteliti dan diperiksa kebenarannya.
Kalaupun benar, itu tidak berarti menjadi bukti kebenaran Ahmadiyah. Banyak antek penjajah saat menjelang kemerdekaan RI balik badan secara tiba-tiba untuk mendukung Pemerintah RI. Mereka menyalip di tikungan dan menjadi pahlawan kesiangan. Mereka pengkhianat yang mencari selamat dan manfaat
• KEEMPAT. SOAL LEGALITAS AHMADIYAH DI INDONESIA
• Ahmadiyah pernah dilegalkan berdasarkan SK Menteri Kehakiman RI No JA / 23 / 13 tertanggal 13 Maret 1953 yang kemudian dimuat dalam Tambahan Berita Negara RI No 26 tanggal 31 Maret 1953. Tapi, patut diperhatikan, SK itu kadaluwarsa dan secara hukum tidak berlaku dengan adanya Perpres No 1 Tahun 1965 tentang Penodaan Agama dan KUHP Pasal 156a tentang Penistaan Agama.
• Karenanya, legitimasi Ahmadiyah terus dikoreksi secara berturut-turut melalui berbagai SK yang melarang Ahmadiyah di berbagai daerah, antara lain SK Kejari Subang, Jabar, Tahun 1976, SK Kejati Sulsel Tahun 1977, SK Kejari Lombok Timur Tahun 1983, SE Dirjen Bimas Islam, Depag, Tahun 1984, SK Kejari Sidenreng, Sulsel, Tahun 1986, SK Kejari Kerinci, Jambi, Tahun 1989, SK Kejari Tarakan, Kaltim, Tahun 1989, SK Kejari Meulaboh, Aceh Barat, Tahun 1990, SK Kejati Sumut Tahun 1994, SKB Muspida Kuningan, Jabar, Tahun 2003, SKB Muspida Bogor, Jabar, Tahun 2005, Rekomendasi Bakorpakem 18 Januari 2005 tanggal 16 April 2008.
• KELIMA: SOAL PRESTASI DUNIA AHMADIYAH
• Shamsir begitu bangga dengan banyaknya cabang Ahmadiyah di dunia, pembangunan tempat ibadah, sekolah, stasiun televisi, dan sebagainya.
Lalu, dia menjadikan semua itu sebagai bukti kebenaran Ahmadiyah.
• Apakah keberhasilan Yahudi dan Nashrani di dunia berarti mereka benar dan lurus? Sekali-kali tidak.
Islam sangat menghargai kebebasan beragama, tapi Islam tidak pernah menolerir penodaan agama.
Islam mengharamkan pemaksaan umat agama lain untuk masuk ke dalam agama Islam, bahkan mengharamkan segala bentuk penghinaan dan gangguan terhadap umat agama lain.
Agama lain, seperti Kristen , Budha, dan Hindu memiliki agama dan konsep ajaran sendiri sehingga mesti dihargai dan dihormati serta tidak boleh diganggu selama mereka tidak mengganggu Islam.
Sedang Ahmadiyah mengatas namakan Islam, tapi menyelewengkan ajaran Islam sehingga mereka sudah menyerang, mengganggu, dan merusak Islam.
ITULAH PENODAAN AGAMA.
KARENANYA, MEREKA MESTI DILAWAN DAN DILENYAPKAN UNTUK MENJAGA KEMURNIAN AJARAN ISLAM.
IKHTISAR
- ADA BANYAK FAKTA YANG MEMBUAT UMAT HARUS WASPADA TERHADAP AJARAN INI.
- SIAPA SAJA YANG SUDAH KELUAR DARI AJARAN ALQURAN DAN SUNAH JELAS MENYIMPANG.
Catatan dari postingan ini :
Melihat maraknya mereka para tokoh yang menamakan dirinya Islam, tetapi tindakannya justru menyudutkan ummat Islam dan Islam itu sendiri, hendaklah sadar bahwa kepentingan yang anda bawa dihadapan masyarakat adalah suatu pembohongan dan penjerumusan ummat, kepentingan sesaat yang anda bawa akan menjerumuskan anda sendiri kedalam api neraka, menjual ayat Allah dengan harga yang murah tidak akan membahagiakan anda di dunia dan akhirat, karena kebenaran akan terlihat dengan sendiri tanpa anda rekayasa, karena Allah tak pernah tidur. Sering-seringlah anda membaca surat Al Baqoroh dari ayat 8 s.d ayat 20, tentang orang-orang munafik, mudah-mudahan Allah memberikan hidayah pada anda sekalian.
bogorframe